Persiapan Ramadhan.

Perkara-Perkara Yang Tidak Diketahui Oleh Kebanyakan Orang.

RAMADHAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Ucapan syukur tak berujung pantas untuk kita panjatkan kehadirat Allah subhaanahu wa ta’aala atas berjuta kenikmatan yang telah Allah anugerahkan untuk kita pada hari ini. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah curahkan kepada sosok paling mulia, yang sangat kita rindukan, Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dengan izin Allah, beliaulah sang Rasul pemilik akhlaq yang sempurna, yang telah menunjukkan kepada kita  pedoman hidup yang sempurna tanpa cela guna meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat yang kekal nantinya.

Alhamdulillaah.., sebentar lagi kita akan bertemu kembali dengan bulan yang istimewa, bulan Ramadhan yang penuh keberkahan dan keutamaan. Begitu banyak berita gembira yang pernah disampaikan oleh Rasulullaah tentang kedatangan bulan ini. Dalam salah satu hadits, beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh barakah. Allah Ta’ala mendatangi kalian pada bulan itu. Maka Allah Ta’ala menurunkan rahmat-Nya, menghapus kesalahan-kesalahan serta mengabulkan do’a-do’a. Allah Ta’ala melihat kalian berlomba-lomba di bulan itu, sehingga Dia akan membanggakan kalian di hadapan para malaikat-Nya. Maka perlihatkanlah kebaikan-kebaikan kepada Allah Ta’ala dari diri kalian. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang terhalang dari rahmat Allah Ta’ala.”

Nah..luar biasa bukan bulan Ramadhan yang kita bicarakan ini. Karenanya yuk..kita bersiap-siap menyambutnya. Dengan cara mencari tahu lebih dalam tentang keutamaan atau amalan-amalan yang biasa dilakukan pada bulan tersebut. Supaya makin semangat.

Hmm.. meski usia kita mungkin sudah cukup dewasa, nyatanya banyak hal yang belum kita tahu lho tentang bulan Ramadhan ini.

Berikut saya akan mengutip sebuah tulisan dari buku yang sedang saya baca. Tulisan seorang ulama besar, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz, tentang perkara dari bulan Ramadhan yang tidak diketahui kebanyakan orang. Semoga bermanfaat bagi kita semua yang sedang mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.

Perkara 1

Di antara perkara tersebut adalah wajib atas setiap muslim untuk melaksanakan shiyam karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala, bukan karena riya (supaya dilihat orang) dan sum’ah (supaya didengar orang). Bukan pula karena taqlid (ikut-ikutan tanpa berdasarkan dalil yang benar) terhadap manusia, keluarga atau penduduk daerahnya. Bahkan wajib atasnya untuk mengetahui bahwa pendorong dia dalam melaksanakan shiyam adalah semata-mata karena keimanannya bahwa Allah Ta’ala  telah mewajibkannya, serta mengharap pahala dari-Nya. Demikian pula qiyam Ramadhan wajib disadari oleh setiap muslim bahwa mengerjakannya karena iman dan semata-mata mengaharap pahala dari Allah Ta’ala,bukan karena sebab yang lain.

Oleh karena itu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

“Barangsiapa yang shiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang melaksanakan qiyam (shalat) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang melaksanakan qiyam (shalat) pada malam lailatul qadr karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Perkara 2

Diantara perkara yang tidak diketahui oleh umat Islam, bahwa terkadang seseorang yang shiyam terkena luka, keluar ingus, muntah, kemasukan air atau bensin (minyak dan lain-lain) ke dalam tenggorokan tanpa kehendaknya, maka semua ini tidaklah merusak ibadah shiyamnya. Akan tetapi, jika dia menyengaja untuk muntah maka shiyamnya menjadi rusak.

Berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

“Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak ada qadha baginya, dan barangsiapa yang sengaja muntah (dibikin-bikin supaya muntah) maka wajib atasnya qadha.”

Perkara 3

Diantaranya lagi apa yang terjadi atas orang yang shiyam yakni mengakhirkan mandi janabah sampai terbit matahari . Juga apa yang menimpa kepada sebagian wanita yakni mengakhirkan mandi setelah haidh atau nifas sampai terbit fajar, padahal wanita tersebut telah suci sebelum terbit fajar. Maka sesungguhnya wajib atasnya untuk tetap shiyam. Dan tidak mengapa mengakhirkan mandi janabah sampai setelah terbit fajar. Akan tetapi, tidak diperbolehkan atasnya untuk mengakhirkan janabah sampai setelah terbitnya matahari. Bahkan wajib atasnya untuk segera mandi dan shalat Subuh sebelum terbit matahari.

Demikian pula orang yang junub tidak boleh atasnya untuk mengakhirkan mandi wajib sampai setelah terbit matahari. Bahkan wajib atasnya untuk mandi wajib dan shalat Subuh sebelum terbit matahari. Juga wajib atas orang laki-laki untuk bersegera melaksakan semuanya tadi sehingga ia mendapatkan kesempatan melaksanakan shalat Subuh secara berjama’ah.

Perkara 4

Diantara perkara yang tidak merusah shiyam; keluar darah dan memakai suntikan yang bertujuan untuk memasukkan makanan. Namun, jika ia mengakhirkan atau menunda memakai suntikan sampai malam hari adalah lebih baik dan kebih berhati-hati jika hal itu memungkinkannya.

Berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

“Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu kepada perkara yang tidak meragukanmu.”

Juga sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

“Barangsiapa yang menjaga dari perkara yang syubhat maka sungguh dia telah menjaga agama dan kehormatannya.”

Perkara 5

Diantara perkara yang tidak diketahui hukumnya oleh kebanyakan orang adalah; tidak thuma’ninah dalam melaksanakan shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Sudah dijelaskan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits-hadits shahih bahwasanya thuma’ninah adalah salah satu rukun shalat, yang shalat itu tidak akan sah jika tidak thuma’ninah, yakni tenang dalam shalat, khusyu’ serta tidak terburu-buru sehingga setiap tulang punngung kembali ke tempatnya masing-masing.

Dan banyak dari kalangan manusia ketika di bulan Ramadhan melaksanakan shalat tarawih denga cara yang tidak masuk akal dan tidak thuma’ninah, bahkan mereka melaksanakannya seperti seekor ayam yang mematuk makanan (karena cepatnya). Shalat yang dilaksanakan seperti ini adalah bathil dan orang yang melaksanakannya berdosa tidak mendapat pahala dari Allah Ta’ala.

Perkara 6

Diantara perkara yang juga tidak diketahui hukumnya oleh kebanyakan orang adalah; sebagian mereka menganggap bahwa shalat tarawih tidak boleh kurang dari 20 raka’at. Dan sebagian lagi beranggapan tidak boleh lebih dari 11 raka’at atau 13 raka’at. Semua anggapan seperti ini tidak tepat, bahkan salah dan menyelisihi dalil.

Hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan bahwa shalat malam itu hukumnya muwasa’ (luas tidak dibatasi) dan tidak boleh menyelisihinya. Bahkan disebutkan dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau shalat malam sebanyak 11 raka’at, dan terkadang sebanyak 13 raka’at. Dan bisa saja beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam shalat malam kurang dari itu semua, baik di bulan Ramadhan maupun di selain bulan Ramadhan.

Ketika beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang shalat beliau bersabda :

“Shalat malam itu dua raka’at-dua raka’at. Maka jika seseorang di antara kalian takut datangnya waktu Subuh maka hendaklah ia shalat witir satu raka’at sebagai penutup shalat malamnya.” Hadits disepakati keshahihannya.

Tidak dibatasi jumlah raka’at shalat malam dengan jumlah tertentu, baik di bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan. Oleh karena itulah para shahabat radhiallahu ‘anhum di masa Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu terkadang melaksanakan shalat (tarawih) sebanyak 23 raka’at, dan sebagian lagi melaksanakannya sebanyak 11 raka’at. Semuanya disebutkan dari Umar radiallahu ‘anhu di masa kekhalifahannya.

Sebagian salaf melaksanakan shalat tarawih di bulan Ramadhan sebanyak 63 raka’at dan witir 3 raka’at. Sebagian yang lain shalat tarawih sebanyak 41 raka’at. Demikian hal ini disebutkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –Rahimahullahu Ta’ala- bahwasanya perkara dalam masalah ini luas.Begitu juga menyebutkan bahwasanya yang lebih utama (afdhal) bagi seseorang yang memanjangkan bacaan shalat, ruku’ dan sujud, agar ia menyedikitkan jumlah raka’at. Sedangkan bagi yang meringankan bacaan shalat, ruku’ dan sujud agar menambah jumlah raka’at. Ini maksud perkataan beliau –Rahimahullahu Ta’ala-.

Barangsiapa yang merenungi dan memahami sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam maka akan mengetahui bahwa yang utama dalam masalah shalat malam ini adalah 11 raka’at atau 13 raka’at, baik di bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan. Sebab yang demikian akan sesuai dengan perbuatan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sebagian besar uswah beliau. Juga yang seperti ini lebih mudah bagi orang yang melaksanakan shalat serta lebih mudah untuk khusyu’ dan thuma’ninah. Namun bagi siapa saja yang menambahkan lebih dari 11 raka’at atau 13 raka’at maka tidaklah berdosa dan tidak dibenci.

Perkara 7

Kemudian yang lebih utama bagi seseorang yang shalat malam (tarawih) bersama imam agar ia tidak pergi meninggalkan shalat kecuali bersama imam. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

“Sesungguhnya seseorang apabila melaksanakan shalat bersama imam sampai selesai bersamanya, maka Allah Ta’ala akan menulis baginya pahala shalat satu malam penuh.”

Perkara 8

Dan disyari’atkan kepada semua kaum muslimin agar bersungguh-sungguh dalam melaksanakan semua ibadah di bulan yang mulia ini, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qu’an dengan penuh penghayatan, memperbanyak tasbih, tahlil, tahmid, takbir, istighfar, berdo’a dengan do’a yang disyari’atkan, menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran, berdakwah kepada Allah Ta’ala, membantu fakir miskin dan menyayangi mereka, bersungguh-sungguh dalam berbuat baik kepada orang tua, menyambung persaudaraan (silaturahmi), memuliakan tetangga, menjenguk orang sakit, dan lain-lainnya dari berbagai perbuatan baik.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang sudah lewat :

“Allah Ta’ala melihat kalian berlomba-lomba di bulan itu, sehingga Dia akan membanggakan kalian di hadapan para malaikat-Nya. Maka perlihatkanlah kebaikan-kebaikan kepada Allah Ta’ala dari diri kalian. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang terhalang dari rahmat Allah Ta’ala.”

Juga hadits yang diriwayatkan dari beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa yang bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta’ala dengan sebuah perbuatan baik adalah seperti seseorang yang melaksanakan satu kewajiban selain yang diwajibkannya. Dan barangsiapa yang melaksanakan satu kewajiban adalah seperti orang yang melaksanakan 70 kewajiban selain yang diwajibakannya.”

Juga sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih :

“Ibadah ‘Umrah di bulan Ramadhan adalah sama pahalanya seperti ibadah haji”, atau beliau bersabda: “Seperti haji bersamaku’.

Hadits-hadits dan atsar-atsar yang menunjukkan tentang disyariatkannya berlomba-lomba dalam berbagai macam kebaikan selama bulan yang mulia ini (bulan Ramadhan) sangat banyak sekali.

Kita memohon Allah Ta’ala semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq-Nya kepada kita semua dan kepada seluruh kaum muslimin dalam setiap perkara yang diridhai-Nya. Dan semoga Allah Ta’ala memperbaiki keadaan kita semua serta melindungi kita dari berbagai fitnah yang menyesatkan. Sebagaimana kita semua meminta kepada-Nya semoga Allah Ta’ala memperbaiki para pemimpin kaum muslimin serta menyatukan mereka di atas al-haq (kebenaran). Sesungguhnya dia Maha Kuasa atas semua itu.

Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Samaahatus Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Ibnu Baaz –rahimahullahu Ta’ala-

 

Sumber : Buku Paket Kajian Ramadhan, Bekal Di Bulan Ramadhan, halaman 33 – 43. Penerbit: Pustaka At-Tibyan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s